Belajar sama Anak Kecil yukzz…

Kita harus belajar sama anak kecil…ya kata itu yang tiba-tiba terbersit dalam pikiran saya ketika suatu saat rekan kerja saya di kantor bercerita tentang pengalamannya bermain bersama buah hatinya yang masih kecil-kecil. Suasana kantor yang lengang karena semua pegawai tenggelam dalam pekerjaannya masing-masing tiba-tiba berubah menjadi tawa riuh ketika salah seorang rekan saya bercerita bahwa pada suatu malam dia membelikan skateboard putrinya. Skateboard 2 (dua) roda yang sedang ngetrend di kalangan ABG dan anak-anak kecil. Si Ayah tersebut kemudian bercerita bagaimana lincahnya putrinya tersebut bermain skateboard hingga suatu malam putrinya tersebut berceletuk kepadanya “Ayah  bisa mainskateboard tidak? Sini Kakak Mitha ajarin cara mainnya..” celetuk putrinya,,,Sang Ayah pun menjawab bahwa dia tidak bisa bermain skateboard dan setuju untuk diajari anaknya yang masih berumur 5 tahun tersebut. Berkali-kali dia mencoba tapi selalu gagal dan akhirnya kawan saya tersebut menyerah. Melihat ayahnya menyerah, putri kawan saya tersebut berseloroh “ah Ayah penakut sih..makanya nggak bisa-bisa”.

Mendengar cerita tersebut dalam pikiran saya langsung terbersit lintasan pikiran,,,oiya ya,,pantesan anak kecil itu selalu bisa melakukan sesuatu,,,karena memang mereka belum memiliki rasa takut..mereka belum memiliki kekhawatiran…belum memiliki rasa was-was yang justru membuat seseorang menjadi peragu dan akhirnya enggan untuk melakukan sesuatu. Anak kecil selain merupakan makhluk peniru, juga merupakan makhluk yang selalu berkeinginan untuk melakukan sesuatu dan mencoba hal baru tanpa pernah memiliki rasa takut. Melihat potensi itulah, maka kini banyak psikolog anak atapun orang tua yang tidak pernah mau untuk mengatakan TIDAK dan JANGAN pada buah hati mereka. Mereka beranggapan bahwa kata-kata yang berkonotasi negatif itu justru akan melemahkan potensi buah hati mereka. Prinsipnya adalah hindari berkata TIDAK atau JANGAN tetapi gunakanlah kata-kata positif lainnya tetapi tidak menghilangkan maksud dari larangan anda kepada buah hati anda.

Baiklah kembali ke pembahasan dari cerita kawan saya tersebut. Selama ini banyak dari kita mengalami kegagalan karena banyak dari kita takut untuk memulai. Rasa takut untuk memulai itu muncul dari rasa takut untuk gagal. Bandingkan dengan anak kecil. Sosok yang masih suci tersebut tidak pernah mengenal rasa takut, mereka selalu mencoba hal baru yang menarik perhatian mereka tanpa pernah berpikir diliputi rasa takut. Dalam konteks kedewasaan kita, rasa takut itu harus kita hilangkan. Rasa takut yang harus dihilangkan adalah rasa takut untuk melakukan hal-hal baik yang itu sebenarnya merupakan sunatullah. Suatu keharusan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan berguna untuk menjaga maqosidussyariah. Misalnya ketakutan untuk mengajukan usulan atau ide-ide kreatif, ketakutan untuk melamar pekerjaan atau membuka lapangan kerja baru, dan ketakutan-ketakutan lainnya. Namun apabila ketakutan-ketakutan seperti itu muncul, maka Allah SWT telah memberikan solusinya, yaitu selalu berdoalah kepada Allah SWT agar dilindungi dari setiap pemberi rasa takut,.kepada setiap pemberi rasa was-was..baik dari golongan Jin dan Manusia, karena hanya Allah Sang Pencipa segala makhluk pemberi rasa was-was tersebut dan Allah pulalah yang mampu untuk melindungi kita dari rasa was-was tersebut sehingga kita mampu berkreasi dan bisa lebih mengisi hidup dengan berbagai aktivitas tanpa diliputi rasa takut dan was-was. Masak hidup cuman sekali, kita masih was-was mulu…lama-lama kita mau mengungkapkan kebenaran juga was-was.,,takut,…takut yang muncul karena rasa was-was yng ditiupkan oleh Jin dan Manusia sehingga kita menjadi cinta dunia dan takut mati,,,hehehe

Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Religi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s