HANYA UNTUK YANG BERHATI SEHAT DAN BERFIKIRAN LURUS

HANYA UNTUK YANG BERHATI SEHAT DAN BERFIKIRAN LURUS
by Danang Endrayana Syeh Qodir on Wednesday, 3 February 2010 at 01:38
عن أبي مالك –الحارث بن عاصم- الأشعري رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم – الطهور شطر الإيمان والحمد لله تملأ الميزان وسبحان الله والحمد لله تملأ ما بين السماء والأرض والصلاة نور والصدقة برهان والصبر ضياء والقران حجة لك أو عليك كل الناس يغدو فبائع نفسه فمعتقها أو مُوبقها -” رواه مسلم
Dari Abu Malik, Al Harits bin Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : ‘Suci itu sebagian dari iman, (bacaan) alhamdulillaah memenuhi timbangan, (bacaan) subhaanallaah dan alhamdulillaah keduanya memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi. Shalat itu adalah nur, shadaqah adalah pembela, sabar adalah cahaya, dan Al-Qur’an menjadi pembela kamu atau musuh kamu. Setiap manusia bekerja, lalu dia menjual dirinya, kemudian pekerjaan itu dapat menyelamatkannya atau mencelakakannya”. [Muslim no. 223]
Hadits di atas merupakan salah satu hadits yang agung yang Insya Allah akan menggetarkan jiwa setiap muslim yang memiliki hati yang sehat dan fikiran yang lurus. Bersuci dalam Islam menduduki suatu peringkat yang utama dalam setiap aktivitas keislaman seseorang. Dalam Islam bersuci memiliki dua makna, yang pertama yaitu penyucian diri dari kotoran yang berujud (khabats) ataupun dari kotoran yang tidak terlihat (najis) baik itu melalui wudhu, tayamum, mandi maupun istinja’. Bersuci dikatakan sebagian dari iman karena bersuci biasanya mengiringi amalan ibadah sholat yang merupakan amalan utama dalam Islam. Bersuci harus benar-benar kita biasakan dan perhatikan betul-betul karena beberapa alasan :
1. bersuci merupakan perintah Allah
2. bersuci merupakan bentuk komitmen kita dalam beriman
3. bersuci dapat menyelamatkan dari siksa kubur
4. bersuci dapat menggugurkan dosa
5. besuci dapat mengabulkan doa

Makna bersuci yang kedua adalah makna maknawiah yaitu penyucian diri dari dosa-dosa yang melekat dalam diri kita. Ibarat sebuah pakaian yang kita kenakan, walaupun kita tidak pernah bermain di tempat-tempat yang kotor dan berlumpur tetapi dapat dipastikan bahwa pakaian kita akan tetap menjadi kotor karena debu-debu kecil yang beterbangan dan menempel di pakaian yang kita kenakan. Begitu pula dengan diri kita, walaupun kita tidak pernah bersentuhan dengan berbagai kemaksiatan, tetapi secara sadar atau tidak sadar kita pasti pernah melakukan dosa-dosa kecil yang mungkin apabila kita tidak menutupinya atau membersihkan dosa-dosa kecil tersebut maka ditakutkan dosa-dosa kecil tersebut akan menjadi dosa-dosa besar, karena tidak ada dosa kecil apabila dilakukan terus menerus. Pada hakikatnya manusia dilahirkan dalam keadaan suci, namun kadang-kadang justru kita sendirilah yang mengotorinya seperti yang disebutkan dalam QS. As-Syams : 8-10.

Drs. H. Ahmad Yani memberikan beberapa kiat untuk menjaga kesucian hati kita :
1. menunaikan zakat, infak, sedekah
dengan menunaikan Zakat, Infak maupun sedekah berarti kita telah membersihkan dan menyucikan harta dan diri kita dari berbagai kotoran yang melekat di dalam diri dan harta kita sehingga harta yang kita makan bersama keluarga kita adalah benar-benar harta yang akan menjadi penetram jiwa kita sekeluarga.
2. mengupayakan menumbuhkan rasa takut kepada Allah
dosa maupun hati yang kotor sebenarnya berasal dari berbagai kemaksiatan yang kita lakukan, oleh karena itu untuk menyucikan diri kita dari berbagai kotoran tersebut kita harus mulai membersihkan diri dari berbagai kemaksiatan di dalam hidup kita dengan cara menumbuhkan rasa takut kepada Allah karena hanya dengan memiliki rasa takut kepada Allah SWT maka kita akan terhindar dari perbuatan-perbuatan maksiat maupun segala perbuatan yang tidak dibenarkan oleh Syariat Islam. Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan rasa takut kepada Allah adalah dengan cara mengingat kematian.
3. mendirikan Sholat
sebagai salah satu amalan utama dalam Islam, sholat merupakan instrumen yang sangat penting dalam upaya penyucian jiwa karena Sholat adalah sarana yang ampuh untuk menghindarkan diri kita dari perbuatan keji dan munkar.
4. bergaul dengan akhlak yang Islami
upaya penyucian diri kita dari dosa-dosa juga dapat dilakukan dengan mulai menata kembali hubungan kita dengan sesama manusia dengan lebih mengutamakan akhlak yang islami. Apalagi bagi para remaja putra maupun putri hendaknya berhati-hati dalam masalah pergaulan ini, upayakan untuk meminimalisir ikhtilat tanpa udzur yang mendesak, apabila benar-benar memerlukan ikhtilat maka Islam telah mengajarkan kepada kita bagaimana harus bersikap satu sama lain, salah satunya adalah dengan menjaga pandangan.
5. menerima proses dakwah
penyucian jiwa kita dari dosa-dosa tidak bisa dilakukan hanya satu kali saja tetapi harus dilakukan secara terus menerus. Oleh karena itu kita harus senantiasa melakukan ta’lim guna mempertebal pemahaman kita akan ajaran Islam yang sebenarnya. Salah satu upaya untuk itu adalah melalui proses penerimaan dan keterbukaan kita dalam menerima dakwah Islam yang disampaikan oleh para da’i maupun da’iah, karena dakwah adalah salah satu upaya pembinaan pribadi muslim guna menuju pribadi-pribadi muslim yang di dalam jiwanya bersih dari berbagai kotoran-kotoran.

Bacaan Alhamdulillah dan Subhanallah dengan segala keutamaan yang disebutkan dalam hadits tersebut disebabkan karena ucapan Hamdalah maupun bacaan Tasbih merupakan pujian akan kesempurnaan Allah. Kesempurnaan Allah dalam Rububiyah-Nya, Uluhiyah-Nya, Asma’ dan Sifat-Nya, Takdir-Nya, dan Syariat-Nya.
Shalat itu adalah cahaya (Nur) karena pada Yaumil Hisab nanti sholat seseorang di masa masih di dunia akan menjadi cahaya yang membuat wajah para ahli sholat menjadi bercahaya di hadapan Allah dan membedakan mereka dengan orang-orang yang bukan ahli ibadah yang burmuka muram.
Shodaqoh adalah pembela (Burhan) karena salah satu pertanyaan di akhirat yang orang tidak akan bisa beranjak dari tempatnya berdiri sebelum dia bisa menjawab salah satu pertanyaan yang salah satunya menanyakan masalah bagaimana harta yang dia dapatkan di belanjakan. Oleh karena itu dengan bersedekah maka insya Allah orang tersebut akan mampu menjawab pertanyaan mengenai cara pembelanjaan rezeki yang telah dikaruniakan Allah kepadanya. Amal sedekahnya lah yang akan menjadi pembela bagi dia.
Sabar adalah cahaya (dhiya’) karena sabar merupakan salah satu perbuatan yang sangat berat sekali dikerjakan sehingga bagi orang yang mampu untuk bersabar dengan segala ujian maupun segala ketetapan Allah SWT maka dia adalah cahaya bagi orang-orang di sekitarnya. Sabar yang paling utama adalah sabar di saat pertama kali (masa awal-awal) kita menerima ketetapan (baik/buruk) dari Allah SWT.
Al- Quran menjadi pembela atau musuh kamu sebenarnya tergantung dari bagaimana kita memperlakukan Al-Quran di rumah kita. Sekiranya kita rajin membaca Al-Quran maka Al-Quran akan menjadi pembela kita namun sebaliknya apabila kita enggan untuk membaca Al-Quran maka Al-Quran akan berubah menjadi musuh kita.
Abu Umamah r.a. berkata : “Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur’an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur’an.”
Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur’an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya.”
Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, ” Kenalkah kamu kepadaku?” Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : “Siapakah kamu?”
Maka berkata Al-Qur’an : “Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari.”
Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur’an itu : “Adakah kamu Al-Qur’an?” Lalu Al-Qur’an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca menghadap Allah SWT. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.
Pada kedua ayan dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : “Dari manakah kami memperoleh ini semua, padahal amal kami tidak sampai ini?”
Lalu dijawab : “Kamu diberi ini semua karena anak kamu telah mempelajari Al-Qur’an.”
Abu Laits as-Samarqandi berkata kalau seseorang itu hendak selamat dari siksa kubur hendaklah melazimkan empat perkara semuanya :
1. Hendaklah ia menjaga solatnya
2. Hendaklah dia bersedekah
3. Hendaklah dia membaca al-Qur’an
4. Hendaklah dia memperbanyak membaca Tasbih karena dengan memperbanyak membaca tasbih, ia akan dapat menyinari kubur dan melapangkannya.

Pos ini dipublikasikan di Religi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s